Sunyi, redamkan seluruh gejolak dalam ruang kecil, kosong namun tetap terisi walaupun tak pernah penuh. Detaknya mulai kurasakan cepat tak beraturan. Gelap, tiada satupun terlihat tak ada lagi yang mampu menerangi diantara sekelilingnya. Sunyi menghimpit, sesak, gelap, benar-benar telah menutup pandangan. Tak ada sedikitpun celah untukku bergerak. Terdengar suara langkah kaki sangat cepat mengejarku, suara apa ini, aku tak dapat melihatnya, sangat gelap, siapa disana. Ku coba diam, ku perhatikan suaranya, dan terdengar semakin pelan. Oh tidak, bukan..bukan…itu hanya suara detak jantungku yang mulai beraturan. Kenangan-kenangan yang kembali di putar oleh ingatan. Memaksa untuk menikmatinya kembali. Terasa menelan pil terpahit dari tanganku sendiri. Deretan-deretan kisah sama sekali tiada bermakna, tak dapat sedikitpun yang bisa dijadikan bekal, untukku berjalan dan melewati bukit gelap ini. Entah apa yang ada di depan ...