Ketika aku menjadi bocah kecil, Jangan kau menjadi badut. Karena aku akan takut. Ketika aku menjadi api, Jangan kau menajadi air suci. Karena aku akan takut. Ketika aku menjadi gelap, Jangan kau menjadi terang. Karena gelap akan tersilap oleh terang Ketika aku menjadi manusia, Jangan kau menjadi malaikat surga. Karena aku manusia.
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
KETAKBERATURAN SUSUNAN KATA
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Sunyi, redamkan seluruh gejolak dalam ruang
kecil, kosong namun tetap terisi walaupun tak pernah penuh. Detaknya mulai
kurasakan cepat tak beraturan. Gelap, tiada satupun terlihat tak ada lagi yang
mampu menerangi diantara sekelilingnya. Sunyi menghimpit, sesak, gelap,
benar-benar telah menutup pandangan. Tak ada sedikitpun celah untukku bergerak.
Terdengar suara langkah kaki sangat cepat mengejarku, suara apa ini, aku tak
dapat melihatnya, sangat gelap, siapa disana.
Ku coba diam, ku perhatikan
suaranya, dan terdengar semakin pelan. Oh tidak, bukan..bukan…itu hanya suara
detak jantungku yang mulai beraturan.
Kenangan-kenangan yang kembali di putar oleh
ingatan. Memaksa untuk menikmatinya kembali. Terasa menelan pil terpahit dari
tanganku sendiri. Deretan-deretan kisah sama sekali tiada bermakna, tak dapat
sedikitpun yang bisa dijadikan bekal, untukku berjalan dan melewati bukit gelap
ini. Entah apa yang ada di depan sana, jurang, bebatuan, atau mungkin taman
yang indah, tak pernah tahu, tak pernah terlihat. Biasanya masih ada sinar
matahari yang memantulkan cahanya terhadap bulan ke bumi. Namun disini semua
itu tak berlaku. Cahaya lilin yang menjadi simbol keindahan dalam kegelapan,
itu hanya ada di istana dongeng saja sepertinya. Jangankan satu abad, satu
second pun tak dapat tertembus untuk kulihat apa yang akan terjadi setelah ini.
Keterbatasan yang sangat rapat.
Gubuk reot yang siap menerima kenyataan bahwa ia
akan rubuh oleh angin laut. Dan gedung-gedung pencakar langit, tersusun oleh
pondasi-pondasi kokoh, yang siap hancur oleh angin puting beliung. Semua ini
hanyalah keterbatasan. Setiap yang kuat ada yang lebih kuat dan ada yang Maha
Kuat, setiap yang tinggi ada yang lebih tinggi, dan ada yang Maha Tinggi. Semua
ini pada akhirnya akan hancur kecuali Dia yang Maha Kuat dan Maha Tinggi,
karena sesungguhnya memang ia kekal selama-lamanya.
Runtuh, lebur hingga menjadi fosil-fosil yang
akan abadi pada saatnya nanti. Andaikata semua dapat berubah menjadi fosil
termasuk kenangan. Akan ku minta waktumu sedetik saja untuk ku jadikan fosil.
Sedetik yang segala kehadirannya dipersembahkan hanya untukku dan hanya
denganmu. Tidak untuk dan dengan ribuan hal-hal lain yang ada. Aku dan kamu.
Yang akan ku jadikan bukti nanti, bahwa kita pernah bersama, bukan sekedar
memori atau kenangan saja. Mengenangmu, sebenarnya dirikupun jenuh melakukan
hal ini, karena aku akan menghabiskan lebih dari 3600 second hanya untuk
melihat tayangan film kita yang telah di putar oleh otakku. Penayangan film
yang membosankan, selalu itu-itu sja yang diputar.
Rekaan-rekaan bayang berangsur menghilang, sisi
gelap kembali memudar, satu persatu pergi meninggalkanku. Sang terang kembali
mengampiriku, memapahku, dan memaksaku untuk berdiri. Jalanpun mulai terlihat,
hamparan kering, jurang curam, taman indah. Ternyata semua tak ada. Yang ada
hanyalah jalan lurus panjang, dan bagaimana aku harus membuat jalan itu menjadi
sesuatu yang berbeda, tidak hanya lurus dan hamparan saja.
Mata masih saja belum bisa tertutup, malam tinggal
seperempat. Ruangan ini tak lagi kosong, kepulan asap mulai mengisinya kembali.
Serpihan-serpihan bekas pembakaran, masih tersisa di tempat biru itu. Setetes air
mengalir diantara daun hijau yang masih tersisa diantara dedaunan kering pepohonan.
Suasana lembab mulai terasa kembali setelah pemutaran film yang membosankan
tadi. Ternyata malam ini belum juga berakhir.
Ketika aku menjadi bocah kecil, Jangan kau menjadi badut. Karena aku akan takut. Ketika aku menjadi api, Jangan kau menajadi air suci. Karena aku akan takut. Ketika aku menjadi gelap, Jangan kau menjadi terang. Karena gelap akan tersilap oleh terang Ketika aku menjadi manusia, Jangan kau menjadi malaikat surga. Karena aku manusia.
Mulai dari jernih dan tawarnya air putih hingga hitam dan pahitnya kopi tubruk. Mulai dari lembut dan manisnya madu hingga keras dan getirnya minuman anggur. Mulai dari pegunungan yang indah dan sejuk hingga gurun yang tandus dan panas. Mulai dari suatu pertemuan hingga tiba saatnya perpisahan. Mulai dari suatu kisah hingga terbentuk sebuah kenangan. Mulai dari menyusun kenangan hingga tiba saatnya membuang kembali kenangan. Mulai dari pandangan hingga sampai pada keterikatan. Mulai dari terang terjebak ke dalam gelap hingga menemukan kembali terang. Mulai dari ada dan nyata hingga berakhir pada hilang dan tak pernah ada kembali. Mulai dari angka Nol hingga berakhir pada angka Nol kembali. Mulai dari tangis yang di sambut tawa hingga sampai pada senyum yang di warnai tangis. Mulai dari A dan berakhir hingga Z. Mulai dari 0 hingga tak pernah berujung. Semua telah kita dapat disini . Di dunia ini semua terjadi. Hempasan badai hingga lembutnya angin malam semua k...
Tertewanya riang, terlihat senang sekali, seperti tak ada beban tentang rumitnya kehidupan ( lebay dikit ). Cinta namanya. Gadis yang membuat saya gila hingga segila-gilanya. Dia yang spesial, dia yang berbeda dan dia yang number 1 no more buat gue deh hahaa.... Lucu memang, kalo di pikir seorang gue gituuuhh ( lebay dikit lagi ga' apa-apakan..:p) bisa bener-bener menggilai gadis satu ini. Apa sih istimewanya dia ? Istimewanya dia itu tidak pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata saking istimewa banget buat gue. Anaknya simple, modeling, luwes cantik deh pokoknya..:D. Simple, simple banget saking simplenya kalo gue deket ama cewek lain paling cuman bilang "ya gpp", walaupun sebenernya gw juga ga' bakalan ngelakuin itu (gomballl...:p). Yang gue suka dari dia adalah caranya, caranya perhatian, caranya menyayangi (iya kalo dia sayang ama gue ya..:p). Caranya dia yang bikin gue nyaman. Ga' ada yang namanya pengekangan (bahasa apalagi ini) buat gw. Gue se...
Komentar
Posting Komentar