Entahlah apa yang gadis itu tanamkan pada hidupnya. Rasa kehilangan yang ia rasakan seperti tak ingin hilang. Setiap ia mengingat apa yang telah terjadi rasa sakit selalu hadir di relung hati, secara perlahan si gadis menghianatinya. Sejak gadis itu meninggalkannya hidupnya mulai tak beraturan. Seakan mimpi-mimpinya telah pudar, tak ada lagi semangat dalam hidupnya. Ia seperti kehilangan tujuan hidupnya, kehilangan cara untuk memaknai dan menikmati hidupnya. Ternyata rasa kehilangan yang ia rasakan sangat dalam. Kekecewaan selalu menghantuinya hingga ia tak percaya lagi apa itu janji, komitmen dalam hubungan. Pada awalnya ia merasa sangat yakin dengan si gadis, dan begitu hebatnya si gadis meyakinkannya bahwa mereka sepakat untuk menjalani hidup berdua, menjadikan masing-masing masa depannya seakan-akan tak akan pernah terpisahkan. Ternyata semua janji dan komitmen itu begitu sangat mudah untuk di ingkari. Protes dan tidak terima selalu ada dan berteriak dalam hatinya “...