Entahlah
apa yang gadis itu tanamkan pada hidupnya. Rasa kehilangan yang ia
rasakan seperti tak ingin hilang. Setiap ia mengingat apa yang telah
terjadi rasa sakit selalu hadir di relung hati, secara perlahan si
gadis menghianatinya. Sejak gadis itu meninggalkannya hidupnya mulai
tak beraturan. Seakan mimpi-mimpinya telah pudar, tak ada lagi
semangat dalam hidupnya. Ia seperti kehilangan tujuan hidupnya,
kehilangan cara untuk memaknai dan menikmati hidupnya. Ternyata rasa
kehilangan yang ia rasakan sangat dalam.
Kekecewaan
selalu menghantuinya hingga ia tak percaya lagi apa itu janji,
komitmen dalam hubungan. Pada awalnya ia merasa sangat yakin dengan
si gadis, dan begitu hebatnya si gadis meyakinkannya bahwa mereka
sepakat untuk menjalani hidup berdua, menjadikan masing-masing masa
depannya seakan-akan tak akan pernah terpisahkan. Ternyata semua
janji dan komitmen itu begitu sangat mudah untuk di ingkari.
Protes
dan tidak terima selalu ada dan berteriak dalam hatinya “Mengapa
bisa jadi seperti ini ? Apakah memang aku tak pantas untuknya ?
Lantas kenapa harus berjalan dan bertahan selama ini ?, Apakah ini
hanya pelajaran bagiku ?”. Itulah protes yang selalu muncul dalam
hatinya.
Sepertinya
ia mulai benar-benar lelah, jawaban tak ia temukan. Mungkin ia hanya
harus belajar menerima, mengikhlaskan, dan sadar bahwa hidupnya masih
panjang. Menyadari untuk menata hidupnya kembali akan lebih
bergunabaginya dan ia tak akan berhenti sampai disini. Karena akan
ada gadis yang akan menerimanya nanti,tak akan pernah
meninggalkannya, dan akan selalu mensupportnya.
Mungkin
pada saatnya nanti ketika ia menemukan jawabannya. Mungkin jawaban
itu sudah tak penting lagi. Dan ia hanya akan tersenyum dan bersyukur
dengan apa yang telah terjadi karena telah merubah hidupnya.
Gadis
manis, pintar dan sebenarnya tidak terlalu cantik. Semoga kamu
bahagia. Dan tak merasakan apa yang telah ia rasakan. Semoga
bahagiamu akan menjadi bahagianya pula dan sesalnya tak akan pernah
kamu rasakan.
Komentar
Posting Komentar