Beberapa kalimat yang kutulis dari lidah yang kelu dari menyebutMu, hati yang kian beku dan tak mampu merasakan kehadirMu.
Kau selalu hadir dalam alfaMu.
Karena hadirMu bukan berarti kedatanganMu bagiMu. Aku hanya hambaMu yang tuli
tak pernah mendengar perintahMu, bisu tak pernah menyambaikan pesan-pesanMu dan
lumpuh tak pernah mengerjakan apa yang telah Kau perintahkan kepadaku.
Ku mohon padamu, tunjukkan
jalan bagiku agar aku kembali dekat kepadaMu, hingga aku mampu merasakan
kembali hadirMu, kasihMu dan cahayaMu yang begitu hening, damai, sungguh nikmat
yang tak mampu kuucapkan dalam bahasa.
Aku merindukanMu Tuhan
Ya, mungkin kau tak
merindukanku, tapi pasti Engkaupun tahu bagaimana tersiksanya hamba jika rasa
rindu ini tak tersampaikan.
Tunjukkanlah jalan dan
bimbinglah aku agar aku dapat sampai pada titik dimana ketika kuucapkan namaMu
akan ku teteskan air mata, karena ku ingat setiap dosa yang tekah ku lakukan,
karena ku ingat betapa Agungnya Engkau dan betapa sayangnya Engkau kepadaku.
Dan bodohnya aku yang tak pernah menyadari itu, tak pernah bersyukur dengan
segala nikmat yang telah kau berikan kepadaku.
Sengaja aku tuliskan ungkapan
rinduku ini Tanpa unsur ingin berbangga atau menyombongkan diriku kepadaMu atau
manusia menyebutnya latah karena berdoa di social media.
Ku tuliskan ini kepadaMu hanya
sebagai pengingat ku bahwa aku pernah merindukanMu, merindukan hadirMu dalam
hembusan nafasku.
Komentar
Posting Komentar