Karena Aku Manusia

Ketika aku menjadi bocah kecil, Jangan kau menjadi badut. Karena aku akan takut. Ketika aku menjadi api,  Jangan kau menajadi air suci. Karena aku akan takut. Ketika aku menjadi gelap, Jangan kau menjadi terang. Karena gelap akan tersilap oleh terang Ketika aku menjadi manusia,  Jangan kau menjadi malaikat surga. Karena aku manusia.
Untuk mu “BULAN”

S
atu alasan kenapa mataku tak kunjung terpejam malam ini. Karena bulan tak kunjung nampak, mataku sangat merindukannya. Merindukan cahayanya yang begitu lembut, warnanya yang terang tenang, dan suasana nyaman yang selalu menyertai di setiap kemunculannya. Apa kamu sudah bosan untuk kembali datang malam ini ? Karena tak ada alasan lain selain kamu sudah bosan. Langit begitu cerah malam ini, bintang pun bertaburan menghiasi langit tempatmu menggantung, tidak mungkin kalo awan menutup wajahmu. Atau mungkin letakmu yang berpindah hingga penglihatanku tak mampu menjangkaumu lagi. Atau, atau mungkin kau bosan dengan gelap dan kau ingin muncul esok hari.
Hahahaaa.……..tidak mungkin itu bulan. Kau di takdirkan muncul diantara gelap, untuk memberikan cahaya padanya. Indahmu dikenal karena gelap di sekelilingmu, tanpa hadirnya gelap dan malam mungkin manusia tak akan mengerti keindahanmu. Yasudah, aku tak akan memaksamu muncul malam ini. Maaf aku sudah memprotesmu karena sesungguhnya tak sempurna adanya malam tanpa hadirmu. Semoga kau baik-baik saja disana. Selamat Malam Bulan…. Sesungguhnya malam adalah milikmu. Kalian saling melengkapi, malam akan kehilangan pesonanya tanpamu. Dan tanpa malam engkau juga tak akan terlihat mempesona di mataku.
Tapi tenang bulan, sepertinya semua ini memang bukan salahmu. Hanya mungkin egoku saja yang terlalu memaksa kehadiranmu. Dan apa engkau tahu, bahwa rasa rinduku padamulah yang memaksa egoku agar engkau dapat muncul malam ini.  Tak perlu lama, cukup 5 menit 50 detik saja. Itupun sudah cukup sebagai obat rinduku yang sudah berates-ratus jam menunggu hadirmu. Untuk mengobati agar aku tidak terlalu kecewa.
Lebih baik menenggak satu drum bir dari pada harus menenggak kekecewaan sebagai obat pengantar tidurku malam ini. Saya rasa itu tidaklah nyaman.
Setelah aku bangun nanti aku berharap, semoga burung-burung pagi tak mengecewakanku, dan memberi harapan baru untukku.
Jakarta, 18 November 2011
Merindukan mu Bulan..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MY WAY - FRANK SINATRA ( LIRIK & ARTI )

Karena Aku Manusia

Pesan Untukmu Merpati