Untuk
mu “BULAN”
atu alasan kenapa mataku tak kunjung terpejam
malam ini. Karena bulan tak kunjung nampak, mataku sangat merindukannya.
Merindukan cahayanya yang begitu lembut, warnanya yang terang tenang, dan
suasana nyaman yang selalu menyertai di setiap kemunculannya. Apa kamu sudah
bosan untuk kembali datang malam ini ? Karena tak ada alasan lain selain kamu
sudah bosan. Langit begitu cerah malam ini, bintang pun bertaburan menghiasi langit
tempatmu menggantung, tidak mungkin kalo awan menutup wajahmu. Atau mungkin
letakmu yang berpindah hingga penglihatanku tak mampu menjangkaumu lagi. Atau,
atau mungkin kau bosan dengan gelap dan kau ingin muncul esok hari.
Hahahaaa.……..tidak mungkin itu bulan. Kau di
takdirkan muncul diantara gelap, untuk memberikan cahaya padanya. Indahmu
dikenal karena gelap di sekelilingmu, tanpa hadirnya gelap dan malam mungkin
manusia tak akan mengerti keindahanmu. Yasudah, aku tak akan memaksamu muncul
malam ini. Maaf aku sudah memprotesmu karena sesungguhnya tak sempurna adanya
malam tanpa hadirmu. Semoga kau baik-baik saja disana. Selamat Malam Bulan…. Sesungguhnya malam adalah milikmu. Kalian saling
melengkapi, malam akan kehilangan pesonanya tanpamu. Dan tanpa malam engkau
juga tak akan terlihat mempesona di mataku.
Tapi tenang bulan, sepertinya semua ini memang
bukan salahmu. Hanya mungkin egoku saja yang terlalu memaksa kehadiranmu. Dan
apa engkau tahu, bahwa rasa rinduku padamulah yang memaksa egoku agar engkau
dapat muncul malam ini. Tak perlu lama,
cukup 5 menit 50 detik saja. Itupun sudah cukup sebagai obat rinduku yang sudah
berates-ratus jam menunggu hadirmu. Untuk mengobati agar aku tidak terlalu
kecewa.
Lebih baik menenggak satu drum bir dari pada
harus menenggak kekecewaan sebagai obat pengantar tidurku malam ini. Saya rasa
itu tidaklah nyaman.
Setelah aku bangun nanti aku berharap, semoga
burung-burung pagi tak mengecewakanku, dan memberi harapan baru untukku.
Jakarta, 18 November 2011
Merindukan mu Bulan..
Komentar
Posting Komentar