Pesonamu
membuatku mengilaimu hingga segila-gilanya.
Dan
sekarang menjadi senjata untuk membunuh diriku sendiri.
Masih
terlalu lemah logika ku untuk melawan apa yang ada dalam hatiku.
Tapi,
inilah yang harus aku lakukan.
Sesuatu
yang telah ku tanam dan saat ini telah tumbuh subur.
Harus
kembali ku cabut dan ku bunuh dengan tanganku sendiri.
Cukup
menyakitkan…
Melihat
apa yang telah kurawat,
Harus
aku yang menghancurkannya.
Bukankah
ini sangat tragis..?
Sungguh
naïf diriku..
Tak
lebih dari seorang pengobral janji dengan mulutnya yang manis,
Dan
kemudian dengan mudah mengingkarinya.
Tapi
sesungguhnya akupun juga tak menginginkan semua ini…!!!!
Aku tak
mampu melakukannya.
Apa aku harus meneteskan air
mataku untuk hal semacam ini ?
Sepertinya tidak, terlalu
berharga air mataku,
hanya untuk perasaanku yang tak
jelas tujuannya kemana.
Kini semuanya telah berlalu, tak
ada yang harus di sesali.
Biarkan semua terukir indah, diantara
dinding-dinding kenangan.
Dan biarkan waktu menyimpannya
untukku.
Komentar
Posting Komentar